Home Penyakit Uncategorized Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa

Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa

Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa Penyakit Flu Burung adalah penyakit infeksi virus yang sangat cepat penularannya dan dapat mengancam jiwa dengan angka kematiannya sangat tinggi. Bila seseorang mengalami demam tinggi dan batuk maka yang berkecamuk di pikiran kita saat itu, apakah gejala flu burung atau bukan? Wajar saja kecemasan berlebihan ini terjadi. Berikut ulasan selengkapnya.

PENILAIAN AWAL MEMBEDAKAN FLU BURUNG DAN FLU BIASA

  1. Gejala flu burung pada manusia adalah demam tinggi, mialgia (nyeri otot dan tulang), sakit tenggorokan, batuk dan sesak. Harus lebih diwaspadai bila terdapat salah gejala tersebut disertai pernah kontak dengan unggas yang dicurigai mengalami flu burung atau unggas yang sakit dan mati mendadak. Gejala awal ini biasanya juga didapatkan pada  penyakit faringitis (infeksi tenggorokan), tonsilitis (amandel), flu atau infeksi saluran napas akut lainnya.
  2. Tetapi pada beberapa penyakit infeksi saluran napas akut tersebut jarang berlanjut menjadi sesak napas. Bila hingga hari ke 7 demam, tidak mengalami sesak napas maka kekawatiran flu burung dapat disingkirkan. Demam yang terjadi biasanya lebih dari 38oC dan berlangsung sekitar seminggu. Bila demam terjadi lebih dari seminggu biasanya bukan flu burung.
  3. Bagaimana cara untuk menilai seseorang sesak atau tidak ? Pada usia usia bayi di bawah  1 bulan dikatakan sesak bila jumlah gerakan pernapasan meningkat lebih dari 60 kali permenit, usia 1 bulan – 1 tahun lebih 50 kali permenit  atau usia >1 tahun lebih 40 kali permenit. Gerakan pernapasan dilihat dari gerakan naik turun dada saat bernapas. Gejala sesak juga dapat dilihat dengan adanya gerakan napas cuping hidung atau kedua cuping hidung bergerak-gerak saat bernapas. Gejala lain yang tampak adalah adanya tarikan otot bantu napas di ujung tulang dada depan, otot di sela iga atau di otot di sekitar perbatasan dada dan perut. Pada sesak yang berat tampak sesorang akan gelisah, kesadaran menurun dan disertai kebiruan pada bibir, ujung tangan dan kaki.
  4. Bila terdapat sesak napas disertai gejala demam, sakit tenggorokan atau batuk kita harus lebih cermat. Kasus seperti ini dalam penatalaksanaan flu burung disebut kasus observasi. Artinya, harus lebih teliti untuk mendapatkan informasi tambahan seperti adanya kontak dengan unggas yang terinfeksi dan pemeriksaan laboratorium pendukung lainnya.
  5. Gejala demam, sakit tenggorokan, batuk dan sesak napas juga didapatkan pada penyakit infeksi saluran napas disertai dengan asma. Penyakit asma biasanya pernah didapatkan adanya riwayat sesak sebelumnya. Pada kasus seperti ini, sesak akan membaik atau berkurang setelah diberikan obat bronkodilator (pelega napas) baik berupa obat minum atau obat hirupan. Pada orang tua kasus seperti ini juga didapatkan pada penyakit infeksi saluran napas akut disertai penyakit jantung dan penyakit kronik paru lainnya.
  6. Serangkaian gejala tersebut juga didapatkan pada penyakit pnemonia (radang paru) karena bakteri, atau virus lainnya. Gejala pnemoni ini mirip karena pada infeksi flu burung juga dapat terjadi pnemonia. Selain dengan pemeriksaan fisik penderita juga dapat ditunjang dengan pemeriksaan rontgen dada.
  7. Gambaran khas pnemoni adalah adanya gambaran infiltrat atau perselubungan pada ke dua lapang paru. Kita harus mencurigai adanya infeksi flu burung bila disertai 1 atau lebih informasi lain. Diantaranya adalah hasil tes laboratorium positif untuk virus influenza A tanpa mengetahui subtypenya.  Kontak 1 minggu sebelum timbul gejala dengan penderita yang dipastikan mengidap flu burung. Atau, kontak 1 minggu sebelum timbul gejala dengan unggas yang mati karena sakit. Bila didapatkan hal tersebut maka disebut kasus probabale (tersangka) infeksi flu burung.. Bila hal ini terjadi maka penderita harus dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentapkan pemerintah di setiap daerah, seperti Rumah Sakit   Penyakit Infeksi  Sulianti Saroso di Jakarta.

Nahh..demikian ulasan artikel yang berjudul “Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa
Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa
Artikel "Cara Membedakan Flu Burung dan Flu Biasa" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 23rd August 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/cara-membedakan-flu-burung-dan-flu-biasa.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.