Home Penyakit Uncategorized Gejala dan Diagnosis Hepatitis B

Gejala dan Diagnosis Hepatitis B

Gejala dan Diagnosis Hepatitis B – Infeksi VHB menimbulkan berbagai manifestasi klinis dari keadaan yang ringan sekali atau bahkan tanpa gejala, sampai pada gejala yang berat dan fatal yaitu hepatitis fulminan. Akibat klinis yang timbul bervariasi. Penderita dapat mengalami salah satu dari beberapa keadaan berikut: tetap sehat, hepatitis akut ikterik (radang hati akut disertai kuning), hepatitis akut anikterik (radang hati akut tanpa kuning), hepatitis akut fulminan, pengidap, hepatitis kronik persisten, atau hepatitis kronik aktif.

Gejala dan Diagnosis Hepatitis B

Hepatitis akut ikterik dimulai dengan masa inkubasi. Lamanya masa inkubasi berkorelasi terbalik dengan dosis virus yang menginfeksi. Semakin besar dosis virusnya, semakin singkat masa inkubasinya. Kemudian dilanjutkan dengan masa prodromal selama 3-5 hari, kadang-kadang bisa sampai 3 minggu. Pada saat ini penderita merasa tidak sehat dengan gejala gangguan pencernaan seperti tidak napsu makan, mual, muntah, rasa sakit pada sisi kanan atas perut, demam ringan, lesu, cepat lelah terutama pada malam hari, dan sakit kepala. Hasil pemeriksaan darah sering menunjukkan peningkatan serum transaminase (SGOT dan SGPT) dan terdeteksinya HBsAg. Gejala diatas agak merada saat timbul ikterus yang dimulai dengan urin berwarna pekat seperti air teh kental, diikuti dengan warna kuning pada bagian putih bola mata, tinja berwarna pucat seperti dempul. Pada stadium ikterik yang berlangsung 1-4 minggu ini dapat timbul rasa gatal (pruritus) selama beberapa hari. Hati membesar dan terasa nyeri bila ditekan, kadang-kadang disertai pembengkakan limpa.

Pada umumnya, semakin nyata dan akut serangan awal hepatitis B yang disertai fase ikterik, kemungkinan untuk berlanjut menjadi hepatitis kronis semakin berkurang. Dari berbagai penelitian, ternyata sebagian besar dari penderita hepatitis B kronois maupun sirosis sebelumnya tidak pernah mendeita hepatitis akut. Diduga infeksinya berlangsung subklinis dengan gejala yang sangat ringan sehingga luput dari perhatian. Pada penyakit hepatitis B kronis, tanda dan gejala fisik tidak begitu menonjol. Yang mengalami perubahan adalah data laboratorium. Namun begitu, karena infeksi hepatitis B selalu merusak sel-sel hati, maka risiko timbulnya penyakit hati meningkat seperti timbulnya sirosis dan kanker hati. Sekitar 15-25% kematian yang terjadi pada penyakit hati akibat infeksi hepatitis B kronik.

Diagonosis:

  1. Untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi VHB atau belum dilakukan pemeriksaan HBsAg.
  2. Untuk mengetahui apakah infeksinya akut atau kronis, dilakukan pemeriksaan IgM anti-HBc.
  3. Untuk mengetahui adanya kesembuhan penderita diperiksa Anti-HBs.
  4. Untuk mengetahui aktivitas infeksi VHB maka dilakukan pemeriksaan HbeAg.
  5. Untuk mengetahui aktivitas infeksi VHB dilakuka juga pemeriksaan VHB-DNA.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Gejala dan Diagnosis Hepatitis B
Gejala dan Diagnosis Hepatitis B
Artikel "Gejala dan Diagnosis Hepatitis B" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized , , permalinks http://www.jamugodog.com/gejala-dan-diagnosis-hepatitis-b.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.