Home Penyakit Uncategorized Hepatitis B Akut

Hepatitis B Akut

Hepatitis B Akut-Tujuan utama penatalaksanaan hepatitis B akut adalah untuk menghilangkan keluhan dan gejala klinis yang ada, mempersingkat lamanya sakit, dan mencegah komplikasi seperti hepatitis fulminan yang dapat menyebabkan kematian atau mencegah berkembangnya penyakit menjadi penyakit hati kronis. Kejadian hepatitis fulminan pada infeksi virus hepatitis B akut sekitar 0,5-1% dan umumnya berakhir dengan kematian. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat mencegah terjadinya proses peradangan atau nekrosis (kematian) sel hati.

Penatalaksanaan Hepatitis B

Penatalaksanaan pada penderita hepatitis B akut umumnya dilakukan dengan:

Tirah baring

Hal ini dilakukan secukupnya sampai penderita merasa cukup kuat. Bila penderita merasa lebih sehat walaupun mata masih kuning, kegiatan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan perjalanan penyakitnya. Yang menentukan lamanya tirah baring selain banyak keluhan, juga tingginya nilai transaminase serum, bilirubin, serta hasil pemeriksaan jasmani mengenai besarnya hati dan nyeri tekan.

Diet

Penderita harus mendapat cukup kalori dengan ukuran 30-35 kalori per kg berat badan atau sekitar150-175% dari kebutuhan kalori basal. Makanan yang kaya dengan hidrat arang kompleks sebaiknya diberikan 300-400 g per hari agar dapat melindungi protein tubuh. Protein tubuh atau asam amino diberikan sebanyak 0,75 g per kg berat badan. Selama ada rasa mual, makanan yang mengandung lemak dibatasi karena dapat menimbulkan rasa mual, kembung, dan mencret pada penderita karena aliran empedunya terhambat. Bila pada stadium dini terdapat keluhan tidak napsu makan, mual, dan bahkan muntah sehingga makanan tidak tertelan, perlu dipikirkan untuk memberikan makanan melalui sonde lambung atau cairan infus. Pada wanita, kontrasepsi oral (pil) atau obat KB lainnya dihentikan selama fase akut hepatitis. Hal ini dapat dilakukan kembali setelah sembuh.

Obat-obatan

– Kortikosteroid

Obat ini dapt mengurangi proses peradangan hati, sehingga endema sel berkurang dan stasis (sumbatan) aliran empedu menghilang sehingga terjadi penurunan bilirubin. Pemakaian obat ini dibatasi pada kasus-kasus dengan ikterus yang berat dengan nilai bilibirun yang tinggi misalnya diatas 15 mg%.

– Imunodulator

Obat ini dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh.

Obat-obat non spesifik

Obat ini berkerja untuk membantu pulihnya kelainan yang timbul, baik klinis maupun laboratorium (supportif).

– Obat-obat simptomatik

Obat ini membantu menghilangkan keluhan dan gejala klinis. Misalnya pasien demam diberi paracetamol, bila ada rasa penuh diperut diberi enzim pencernaan seperti tripanzym. Hal ini sama halnya dengan obat ini yang bekerja demikian.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Hepatitis B Akut
Hepatitis B Akut
Artikel "Hepatitis B Akut" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized , , permalinks http://www.jamugodog.com/hepatitis-b-akut.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.