Home Penyakit Uncategorized Hepatitis B Kronik

Hepatitis B Kronik

Hepatitis B Kronik – Pasien hepatitis B kronik yang tidak mempunyai kekebalan (tidak imun) terhadap hepatitis Adianjurkan untuk divaknisasi hepatitis A sebanyak 2x dengan jarak 6-18. Skrining sebelum dilakukan vaksinasi untuk mengetahui ada tidaknya antibodi hepatitis A (anti HAV total) atau anti HAV-IgG) perlu dilakukan karena prevalensi infeksi virus hepatitis A dimasyarakat Indonesia sangat tinggi.

Hepatitis B Kronik

Penyembuhan spontan hepatitis B kronik bisa terjadi. Kejadian ini terlihat dari menurunnya aktivitas penyakit dan penyembuhan tanda peradangan pada biopsi hati. Kesembuhan ditandai dengan menghilangnya HBsAg. DNA polymerase, VHB-DNA, serta nilai SGOT dan SGPT yang kembali turun ke dalam batas normal. Berhentinya replikasi virus ditandai dengan terjadinya serokonversi HbeAg (+) menjadi HbeAg (-), dan terbentuknya anti-Hbe, dan atau tidak terdeteksinya VHB-DNA.

Selain terjadi remisi spontan, pengobatanpun bisa menyembuhkan penyakit ini. Idealnya, tujuan utama pengobatan VHB adalah untuk mengeliminasi atau menghentikan replikasi virus secara permanen sehingga progresi penyakit bisa dihentikan sebelum terjadi sirosis atau kanker hati primer. Kadangkala pengobatan hepatitis B kronik hanya bisa mengurangi jumlah virus (viral load), menghentikan replikasi virus sementara, mengurangi kematian sel hati akibat reaksi radang, serta mencegah tranformasi sel hati ke arah keganasan, sehingga umur penderita menjadi lebih panjang. Mengurangi jumlah virus dan meningkatkan respon imun alamiah tubuh dapat menurunkan resiko kerusakan hati.

Infeksi kronik virus hepatitis B dibagi menjadi pengidap dengan SGOT dan SGPT normal dan pengidap dengan SGOT dan SGPT meninggi. Kelompok hepatitis B kronik dengan SGOT dan SGPT yang meninggi inilah yang perlu pengobatan. Obat-obat yang digunakan untuk menyembuhkan hepatitis B kronik antara lain antivirus, imunomodulator, dan pengobatna herbal (tanaman obat). Yang termasuk obat antivirus adalah interferon tipe I (alfa dan beta), interferon tipe II (gamma), adenine arabinoside (ARA-A), dan adenine arabinoside monophosphate (ARA-MP). Pengobatan harus diberikan sebelum virus sempat berintegrasi ke dalam genom sel hati penderita. Jadi, pemberiannya harus dilakukan sedini mungkin sehingga kemungkinan terjadi sirosis dan hepatoma dapat dikurangi.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Hepatitis B Kronik
Hepatitis B Kronik
Artikel "Hepatitis B Kronik" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/hepatitis-b-kronik.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.