Home Penyakit Uncategorized Hepatitis B

Hepatitis B

Hepatitis B – Hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius baik didunia maupun di Indonesia karena jumlah penderitanya yang semakin meningkat. Lebih dari 2 Milyar penduk dunia pernah terkena infeksi ini. Pada saat ini diperkirakan terdapat sekitar 400 juta orang penduduk dunia yang mengidap HBsAg. Dari jumlah tersebut, diperkirakan penderita kronik karier terdapat 125 juta orang di Cina, 2,6 juta di Korea dan 1,7 juta di Jepang. Infeksi virus hepatitis B tidak hanya dinegara-negara Asia. Sekitar 3,7 juta penderita hepatitis kronik tinggal di Brazil, dan sekitar 0,9 juta karier kronis ada di Itali. Menurut tim hepatitis nasional, angka kesakitan (prevalensi) hepatitis B di Indonesia berikisar antara 5-20%. Oleh karena itu, Indonesia termasuk kelompok negara dengan endemistitas sedang sampai tinggi. Ini berarti, infeksi VHB sudah banyak terjadi pada saat kehamilan, bayi, dan masa anak-anak.

Hepatitis B

Seringkali infeksi tidak menunjukkan gejala, tetapi virus tetap berada di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi kronis yang secara bertahap merusak sel-sel hati sehingga bersangkutan terancam menderita sirosis hati, bahkan kanker hati. Itulah sebabnya Indonesia dihimbau oleh WHO untuk segea melakukan usaha pencegahan terhadap infeksi virus hepatitis B.

Virus hepatitis B (VHB) ditemukan pertama kali secara kebetulan oleh Dr. Baruch S. Blumberg dan asistennya Dr. Barbara Werner. Mereka mendeteksi adanya suatu antigen dalam darah seorang warga suku Aborigin Australia penderita hemofilia. Antigen ini kemudian dengan nama antigen permukaan VHB (HBsAg) karena terdapat dipermukaan VHB.VHB adalah virus DNA berukuran 42 nanometer(nm) yang tergolong kelas Hepadna viridae. Virus ini hanya menginfeksi manusia dan simpanse.

Dengan mikroskop elektron dapat dibedakan 3 macam partikel virus yang terdapat pada darah penderita hepatitis B:

  1. Partikel protein selubung berbentuk spheris
  2. Partikel berbentuk tubular (filamen) berdiameter 22 nm
  3. Partikel dane dengan diameter 42 nm

Hepatitis B bisa hidup selama 7 hari. Stabilitas VHB terhadap desinfektan dan suhu tidak terlalu sama dengan stabilitas HBsAg. Sidfat antigenik HBsAg akan rusak jika dipaparkan pada natrium hipklorit 0,25% (pemutih) selama 3 menit, tetapi memerlukan waktu 10 menit untuk menginaktifkan VHB. VHB akan mati pada air mendidih (100 derajat Celcius) atau oleh zat kimi chlorox.

Demikian artikel ditas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Hepatitis B
Hepatitis B
Artikel "Hepatitis B" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/hepatitis-b.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.