Home Penyakit Uncategorized Hepatitis C

Hepatitis C

Hepatitis C – Virus hepatitis C (VHC) termasuk kelompok Flaviviridae dan merupakan virus enveloped RNA berantai tunggal dengan ukuran 50-60 nm. Virus ini sebelumnya dikenal sebagai penyebab hepatitis non-A non-B (NANB) pasca transfusi. Virus ini sangat bervariasi karena terdiri dari berbagai macam subtipe. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa VHC bukan saja merupakan penyebab terbanyak hepatitis NANB pasca transfusi, tetapi juga sebagai penyebab dari kasus-kasus hepatitis NANB sporadis atau didapat dari komunitas yang cara infeksinya tidak jelas.

Mengenai Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C tersebar diseluruh dunia. Tidak kurang dari 175 juta penduduk dunia terinfeksi dengan virus hepatitis C (VHC). Dari segi epidemiologik, VHC merupakan penyebab penyakit hati yang penting. Hal ini disebabkan selain menimbulkan hepatitis akut, sebagian besar penderitanya yang mencapai 80% berlanjut menjadi hepatitis kronik dan pengidap yang merupakan sumber infeksi. Sekitar 20% dari penderita hepatitis yang menahun akan berkembang  menjadi sirosis hati, yang sangat berpontensi menjadi kanker hati dikemudian hari. Waktu rata-rata yang diperlukan untuk berkembang menjadi sirosis hati adalah 17 tahun dan menjadi kanker hati dalam waktu 20 tahun. Tidak seluruh penderita hepatitis C memberikan gejala. Hanya sekitar 40% penderita yang timbul keluhan. Keluhanpun umumnya ringan, tidak kuning (anikterik), atau tidak memberikan gejala (asimptomatik).

Virus hepatitis C belum terbukti onkogenik (menyebabkan timbulnya kanker). Hal ini disebabkan VHC bukan virus DNA. Namun begitu, berdasarkan studi epidemiologi retrospektif, penderita hepatitis C kronik setelah 20-30 tahun akan berkembang menjadi kanker hati. Terjadinya kanker hati disebabkan oleh sirosisnya. VHC juga lebih cenderung bereplikasi didalam sel hati dan menyebabkan infeksi persisten. Selama infeksi kronik, VHC-RNA titernya tinggi walaupun dapat berfluktuasi.

Adanya perbedaan sekuen nukleotida pada genom VHC menjadi dasar pengelompokan VHC dalam 6 genotipe yang terbagi dalam subtipe-subtipenya yang masing-masing menunjukkan tampilan klinis yang berbeda berat penyakit, progresi ke sirosis dan kanker hati atau respon terhadap interferon. Genotipe 1 khususnya subtipe 1b dihubungkan dengan respon yang buruk terhadap pengobatan dengan interferon dan prognisnya juga lebih jelek bila dibandingkan dengan genotipe 2 atau 3. Di Indonesia, genotipe 1 merupakan penyebab 60-65% dari semua infeksi virus hepatitis C.

Menurut para ahli, virus hepatitis C mempunyai kemapuan untuk menekan jumlah trombosit. Bila jumlah trombosit menurun, maka keberhasilan interferon untuk pengobatan hepatitis C juga menurun. Hal ini berhubungan denga tingkat fibrosis hati. Sirosis hati merupakan tingkat fibrosis hati yang paling berat.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Hepatitis C
Hepatitis C
Artikel "Hepatitis C" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 22nd September 2014 Categories Uncategorized , permalinks http://www.jamugodog.com/hepatitis-c.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.