Home Penyakit Uncategorized Interferon (IFN)

Interferon (IFN)

Interferon (IFN) – Interferon merupakan salah satu unsur penting dalam sistem kekebalan alamiah disamping ikut mengatur kekebalan yang didapat. Pengaruh IFN sudah tampak jauh lebih cepat sebelum mekanisme imun lainnya berfungsi. Penyakit hepatitis B yang menjadi kronik sering dihubungkan dengan produksi IFN yang berkurang atau peran IFN menurun. Telah diketahui bahwa IFN mempunyai khasiat sebagai antivirus, antiproliferatif, dan imunobodulasi. Dengan cara DNA rekombinan, saat ini telah dapat dibuat alfa, beta dan gamma IFN. Alfa dan leukosit IFN dihasilkan oleh leukosit. Beta atau fibroblas IFN dihasilkan oleh limfosit T.IFN alfa dan IFN beta mempunyai reseptor yang sama, keduanya disebut IFN tipe 1. IFN tipe I meliputi antara lain IFN alfa leukosit, IFN alfa limfoblastoid, IFN alfa rekombinan, dan IFN beta.

Efek Samping Dan Kegunaan Interferon ( IFN )

Obat ini pada hepatitis B kronik digunakan untuk membunuh virus didalam sel hati yang terinfeksi dan meningkatkan sistem imum sehingga terjadi penyembuhan (remisi). Tidak semua penderita hepatitis B kronik dapat diberikan IFN. Yang dapat diberikan IFN yakni penderita yang berdasarakan pemeriksaan histopatologis mengarah pada hepatitis kronik aktif. Keadaan ini ditandai dengan aktifnya virus mengadakan replikasi yang diketahui SGOT dan SGPT, serta HbeAg dan HBV-DNA serum yang positif pada pengamatan (observasi) selama 6 bulan. IFN harus diberikan secara suntikan (parental). IFN alfa dapat diberikan secara intravena (iv), intramaskular (im), ataupun subkutan (sc). IFN beta dan IFN gamma harus diberikan secara intravena untuk mencapai kadar optimal didalam serum.

Efek samping pemberian IFN tergantung pada dosis yang diberikan, bisa cepat atau lambat. Efek samping yang timbul cepat antara lain demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit (mialgia), sakit pada persendian, sukar tidur, dan rasa lelah (fatique). Untuk mengatasinya, penyuntikan dilakukan menjelang tidur dan diberikan paracetamol atau antiinflmasi lainnya untuk menghilangkan keluhan yang timbul. Efek samping yang timbul lembat muncul setelah 2 minggu. Gejalannya antara lain kelemahan, kadang-kadang depresi, tidak napsu makan, mual, dan rambut rontok. Jumlah leukosit dan trombosit menurun pada 2 minggu pertama pengobatan dan normal kembali setelah pengobatan dihentikan.

Sekarang anda jauh lebih tau bukan?

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Interferon (IFN)
Interferon (IFN)
Artikel "Interferon (IFN)" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 22nd September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/interferon-ifn.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.