Home Penyakit Uncategorized OBAT INFEKSI SALMONELLA NON-TIFOID

OBAT INFEKSI SALMONELLA NON-TIFOID

Obat Infeksi Salmonella Non-Tifoid

Pengobatan menjadi sebuah tindakan wajib dilakukan seseorang pada saat dimana seseorang menderita penyakit dan menginginkan kesembuhan.
Tetu banyak cara atau metode yang di gunakan dalam pross pengobatan, diantaranya ada yang melakukan pengobatan melalui keahlian para dokter ada juga yang melalui para ahli terapi yang sering disebut dengan Tabib atau semacamnya.
Namun sebaiknya pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan secara alami dengan meminum ramuan herbal / alami, sehingga terhindar dari evek negativ dalam proses pengobatan.
Kami telah banyak membantu penderita berbagai penyakit dari seluruh indonesia bahkan manca negara. Bagi anda yang saaat ini menderita suatu penyakit apapun, segeralah ambil tindakan cepat untuk mendapatkan kesembuhan melalui pengobatan herbal dari kami yang telah terbukti banyak memberikan kesembuhan pada penderita Infeksi Salmonella Non-Tifoid.

Apa itu Infeksi Salmonella Non-Tifoid

Infeksi Salmonella Non-Tifoid adalah sebuah  infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang tidak menyebabkan demam tifoid.

Penyebab Infeksi Salmonella Non-Tifoid

Bakteri Salmonella. Terdapat 2200  jenis lebih Salmonella, termasuk jenis yang menyebabkan demam tifoid. Setiap jenis bisa menyebabkan gangguan pencernaan, demam enterik dan infeksi tertentu yang terlokalisir.

Salmonella banyak ditemukan pada daging yang terinfeksi, unggas, susu mentah, telur dan hasil olahan telur. Salmonella juga bisa ditemukan pada binatang melata yang dipelihara, pewarna merah tua atau marijuana yang terkontaminasi.

Gejala Infeksi Salmonella Non-Tifoid

Infeksi Salmonella bisa juga menyebabkan gangguan saluran pencernaan atau demam enterik; kadang-kadang infeksinya hanya mengenai suatu bagian tertentu. Beberapa orang yang terinfeksi bisa tidak memiliki gejala, tetapi mereka berperan sebagai karier (pembawa) dari bakteri ini.

Gangguan saluran pencernaan biasanya akan  mulai timbul dalam waktu 12-48 jam setelah terinfeksi bakteri Salmonella. Gejala awalnya adalah mual dan nyeri perut kram yang segera diikuti oleh diare, demam, dan terkadang muntah. Biasanya diare sangat encer, tetapi kadang bisa berupa tinja setengah padat. Gangguan ini biasanya bersifat ringan dan berlangsung 1-4 hari, tetapi bisa berlangsung lebih lama lagi. Diagnosis diperkuat dengan membiakkan bakteri pada contoh tinja atau apusan rektum penderita.

Demam enterik terjadi jika Salmonella masuk ke dalam darah. Demam menyebabkan kelelahan yang luar biasa. Bakteri bisa hidup dan berkembangbiak di dalam saluran pencernaan, pembuluh darah, katup jantung, selaput otak dan sumsum tulang belakang, paru-paru, persendian, tulang saluran kemih, otot atau organ lainnya. Kadang-kadang bakteri menginfeksi tumor, sehingga terbentuk suatu abses yang selanjutnya bisa menyebabkan infeksi darah.

Seorang karier (pembawa) tidak menunjukkan gejala-gejala tetapi akan terus mengeluarkan bakteri dalam tinjanya. Kurang dari 1% penderita yang kemudian menjadi pembawa bakteri selama setahun atau lebih.

Pantangan makanan Infeksi Salmonella Non-Tifoid

Tidak ada pantangan makanan yang harus dihindari oleh penderita Infeksi Salmonella Non-Tifoid.

OBAT INFEKSI SALMONELLA NON-TIFOID
OBAT INFEKSI SALMONELLA NON-TIFOID
Artikel "OBAT INFEKSI SALMONELLA NON-TIFOID" ditulis oleh admin update terakhir pada 18th June 2012 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/obat-infeksi-salmonella-non-tifoid.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.