Home Penyakit Uncategorized OBAT PARAFILIA

OBAT PARAFILIA

Obat Parafilia

Pengobatan menggunakan obat kimia atau obat herbal menjadi sebuah tindakan wajib dilakukan seseorang pada saat dimana seseorang menderita penyakit dan menginginkan kesembuhan. Tetu banyak cara atau metode yang di gunakan dalam pross pengobatan, diantaranya ada yang melakukan pengobatan melalui keahlian para dokter dengan mengkonsumsi obat kimia, ada juga yang melalui para ahli terapi yang sering disebut dengan Tabib atau semacamnya. Namun sebaiknya pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan secara alami dengan meminum ramuan herbal / alami, sehingga terhindar dari evek negativ dalam proses pengobatan. Kami telah banyak membantu penderita berbagai penyakit dari seluruh indonesia bahkan manca negara. Bagi anda yang saaat ini menderita suatu penyakit apapun, segeralah ambil tindakan cepat untuk mendapatkan kesembuhan melalui pengobatan herbal dari kami yang telah terbukti banyak memberikan kesembuhan pada penderita Parafilia.

Apa itu Parafilia

Apa, sih parafilia itu? Istilah parafilia kerap digunakan secara bergantian dengan istilah penyimpangan/deviasi seksual, tetapi meskipun sama-sama meliputi berbagai perilaku seksual yang tidak sesuai dengan standar nilai masyarakat, parafilia saya kira lebih bersifat klinis. Secara harfiah, parafilia berarti “di luar cinta yang lazim”. Definisi parafilia kurang lebih adalah dorongan dan fantasi seksual yang intens dan berulang tentang preferensi seksual tidak biasa yang boleh jadi diperturutkan atau telah menyebabkan stres setidaknya selama enam bulan. Parafilia dapat berkisar pada objek seksual tertentu atau aktivitas seksual tertentu. Dorongan dan fantasi parafilia umumnya meliputi objek nonmanusia, penderitaan atau rasa dipermalukan baik pada pasangan maupun diri sendiri, atau anak-anak dan orang dalam keadaan terpaksa.
Parafilia berbeda dari eksperimen seksual sporadik. Orang dengan parafilia secara tipikal dikuasai oleh pemikiran untuk mencapai pemenuhan kepuasan seksual sampai tanggung jawab dan aktivitas lain terabaikan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada unsur stres pada pelaku untuk dapat dikategorikan sebagai parafilia, jadi orang yang memikirkan suatu fantasi seksual tapi tidak merasa terganggu karenanya dan tidak memperturutkan fantasi tersebut tidak dapat dikatakan memiliki gangguan ini.
Sifat parafilia secara umum spesifik dan tidak berubah-ubah, kebanyakan parafilia lebih banyak ditemukan pada pria dibanding wanita. Ada beberapa fitur yang dapat ditemui pada penderita parafilia. Penderita parafilia mungkin memilih pekerjaan atau mengembangkan suatu hobi yang memungkinkan dia kontak dengan stimulus erotis yang dikehendaki. Contohnya seorang pedofil yang menjadi guru TK. Lalu, disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi atau gangguan ejakulasi umum ditemui jika orang dengan parafilia mencoba melakukan aktivitas seksual tanpa tema parafilik. Selanjutnya, boleh jadi ada gangguan lain yang menyertai parafilia, seperti penyalahgunaan obat dan alkohol, gangguan emosi dan kepribadian. Beberapa penderita tergantung sepenuhnya pada parafilia untuk memperoleh kepuasan seksual, sementara sebagian lainnya mungkin masih dapat melakukan aktivitas seksual konvensional. Bagi beberapa pengidapnya, perilaku dan dorongan parafilia itu kronis dan seumur hidup, dalam situasi tertentu, preferensi parafilia terjadi secara episodik, misalnya ketika sedang stres.
Secara garis besar tingkatan keparahan parafilia dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
Ringan: seseorang terlihat jelas stres karena dorongan parafilik dalam dirinya, tapi tidak pernah memperturutkan dorongan itu.
Sedang: seseorang yang sesekali memperturutkan dorongan parafiliknya.
Berat: seseorang yang berulang kali memperturutkan dorongan parafiliknya.
Terakhir, beberapa jenis parafilia mungkin tampak asing atau aneh sehingga sukar bagi Anda membayangkan bagaimana hal itu dapat membangkitkan gairah seksual seseorang. Namun, beberapa perilaku parafilia ada yang sebenarnya kerap digunakan oleh pasangan-pasangan yang ingin menambah bumbu kehidupan seksual mereka, tentu saja dalam takaran ringan. Contohnya menampar bokong pasangan, diikat dengan longgar ketika berhubungan seksual, dan sebagainya. Nah, kalau perilaku yang tadinya dimaksudkan untuk variasi itu sudah menjadi menu wajib tak tergantikan yang senantiasa menghantui, itu sudah melangkah menuju parafilia.

Penyebab Parafilia

Dari kajian-kajian ilmiah tentang paraphilia, ditemukan bahwa penyimpangan seksual ini merupakan bentuk kecanduan yang non-kimiawi. Jadi penyebabnya bukan kondisi kimiawi dalam tubuh tetapi kondisi psikis berupa ketidak nyamanan psikologis yang mendorong penderita melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghilangkannya.

Gejala Parafilia

Ada beberapa gejala yang juga merupakan bentuk-bentuk penyimpangan seksual yang dapat terjadi seperti:
Eksibisionisme
Jika seseorang senang mempertontonkan alat genitalnya di depan umum atau didepan orang yang tak dikenal sekalipun, yang mana perbuatan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Fetihisme
Jika seseorang memiliki dorongan seksual yang kuat terhadap benda-benda mati, yang mana perbuatan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Froteurisme
Jika seseorang senang menyentuh atau meraba dengan dorongan seksual tertentu pada orang lain yang bukan pasangannya (biasanya di keramaian) secara sengaja, yang mana perbuatan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Pedofilia
Jika seseorang memiliki dorongan seksual yang kuat terhadap bahkan melakukan hubungan seksual dengan anak dibawah umur (minimal 5 tahun lebih muda), yang mana perbuatan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Masokis
Masokis secara seksual adalah keinginan atau dorongan seks yang kuat untuk disiksa olah pasangan seksnya didasari dari perasaan puas yang timbul jika dirinya tersiksa atau teraniaya. Penyimpangan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Sadisme
Sadisme secara seksual adalah kepuasan melihat orang lain teraniaya, yakni kebalikan dari masokisme.
Transvestic Fetihisme
Jika seseorang mendapatkan kepuasan seksualnya dengan memakai pakaian-pakaian lawan jenisnya. Penyimpangan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Voyeurisme
Jika seseorang mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat alat genital orang lain atau dengan melihat orang lain melakukan hubungan seks. Penyimpangan ini mempengaruhi kehidupan sosial dan produktivitasnya dan berlangsung minimal selama 6 bulan.
Necrofilia
Kepuasan seksual yang didapatkan dengan melakukan hubungan seks dengan mayat.
Zoofilia
Kepuasan seksual dengan berhubungan seks dengan binatang.
Parsialisme
Jika seseorang hanya terangsang dengan satu saja bagian tubuh dari pasangannya.
Kropofilia
Kepuasan seksual yang diperoleh dari feses.
Urofilia
Kepuasan seksual yang didapat dari urin
Masturbasi
Kepuasan seksual yang didapatkan dari diri sendiri
Autoginefilia
Kepuasan seks dengan melihat foto diri atau membayangkan dirinya berpakaian dan beratribut seperti lawan jenis.
Asfiksinofilia
Kepuasan seks dengan membuat dirinya mengalami hipoksia.
Infantofilia
Kepuasan seks dengan berhubungan dengan bayi

Pantangan makanan Parafilia

Penderita Parafilia tidak perlu khawatir sebab tidak ada makanan yang perlu di hindari kecuali penderita parafilia juga mengidap penyakit yang lain yang biasanya ada beberapa makanan yang harus dihindari.

OBAT PARAFILIA
OBAT PARAFILIA
Artikel "OBAT PARAFILIA" ditulis oleh admin update terakhir pada 1st June 2012 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/obat-parafilia.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.