Home Penyakit Uncategorized Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati

Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati

Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati – Diagnosis pasti telah terjadi sirosis ditegakkan secara mikropis dengan melakukan biopsi hati. Dengan pemerikasaan histopatologi dari sediaan jaringan hati yang diambil dengan cara biopsi tadi, dapat ditentukan keparahan dan kronisitas dari peradangan hatinya, mengetahui penyebab dari penyakit hari kronis, dan mendiagnosis apakah penyakitnya suatu keganasan ataukah hanya penyakit sistemik yang disertai pembesaran hati.

Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati

Pemerikasaan laboratorium pada sirosis hati meliputi:

  1. Kadar hemoglobin yang rendah, jumlah sel darah putih menurun dan rendahnya jumlah trombosit.
  2. Naiknya nilai SGOT, SGPT, dan gamma GT akibat rusaknya sel-sel hati. Namun, hal diatas tidak meningkat pada sirosis inkatif. Nilai SGOT > SGPT.
  3. Kadar albumin rendah. Terjadi bila kemampuan sel hati menurun.
  4. Kadar kolinesterase (CHE) yang rendah kalau terjadi kerusakan sel hati.
  5. Masa protrombin yang memanjang menandakan penurunan fungsi hati.
  6. Pada sirosis fase lanjut, glukosa darah yang tinggi menadakan ketidakmampuan sel hati membentuk glikogen.
  7. Pemeriksaan marker serologi petanda virus untuk menentukan penyebab sirosis hari seperti HBsAg, HBeAg, HBV-DNA, HCV-RNA, dan sebagainya.
  8. Pemeriksaan alfa feto protein (AFP). Bila nilainya terus meninggi atau > 500-1.000 berarti telah terjadi transformasi ke arah keganasan yaitu terjadi kanker hati primer.

Pemeriksaan penunjang lainya dapat dilakukan antara lain ultrasonografi, pemeriksaan radiologi dengan menelan bubur barium untuk melihat varises esofagus, pemeriksaan esfagoskopi untuk melihat besar dan panjang varises di esofagus serta sumber perdarahan, pemeriksaan sidikan hati dengan penyuntikan zat kontras, CT scan, angiografi dan endoscopic retrograde cholangiopancreatogrpahy.

Bila timbul komplikasi maka harus memperhatikan hal berikut:

  1. Pada encefalopati pemasukan protein harus dikurangi.
  2. Apabila timbul asistes lanjut maka penderita perlu beristirahat ditempat tidur.
  3. Penderita memerlukan perawatan dirumah sakit bila terjadi perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah balik yang melebar di dinding kerongkongan.
  4. Apabila timbul sindroma hepatorenal yaitu terjadinya gagal ginjal akut yang berjalan progresif pada penderita penyakit hati kronis lakukan perawatan dirumah sakit.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati
Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati
Artikel "Pemerikasaan Laboratorium Sirosis Hati" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/pemerikasaan-laboratorium-sirosis-hati.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.