Home Penyakit Uncategorized Respon Pengobatan Interferon

Respon Pengobatan Interferon

Respon Pengobatan Interferon – Pada pengobatan interferon yang berhasil menormalkan SGOT dan SGPT walaupun virusnya tidak hilang, terjadi perbaikan tingkat peradangan dalam hati. Kejadian timbulnya kanker hati juga menurun, hanya 0,5% dalam 1 tahun.

Pengobatan Dengan Interferon

Pengobatan dengan Interferon akan berhasil lebih baik pada orang dengan kondisi berikut:

  1. Titer VHB-DNA rendah.
  2. Nilai SGPT > 2x batas atas nilai normal (BANN). Bila nilai SGPT <2 kali BANN maka pengobatannya kurang berhasil. Pasien hepatitis B kronik dengan SGPT normal tidak perlu diberikan terapi antivirus tetapi tidak perlu dimonitor SGPT setiap 3 bulan.
  3. Periode hepatitis pendek. Bila infeksi sudah berlangsung lama hasil pengobatannya kurang baik.
  4. Pengobatan pada wanita responnya lebih baik dibandingkan pada pria.
  5. Infeksi VHB didapat setelah dewasa. Kurang berhasil bila sudah terinfeksi sejak bayi.
  6. Anti VHD atau antideltanya negatif.
  7. Anti HIV negatif
  8. Heteroseksual pengobatannya pada penderita homoseksual lebih sulit.
  9. Hasil pemeriksaan histopatologi dari biopsi hati menunjukkan hepatitis kronis aktif.

Respon Penderita Hepatitis B Kronik Bila Diberikan Interferon

Respon sementara (transient response)

Terjadi hambatan replikasi virus yang ditandai dengan hilangnya HBV-DNA dan DNA-p selama pengobatan, tetapi HbeAg dan HBsAg dalam serum penderita tetap positif. Petanda tersebut (HBV-DNA dan DNA-p) muncul kembali bila pengobatan dihentikan.

Respon tak lengkap (incomplete response)

Hambatan replikasi virus terjadi selamannya ditandai dengan hilangnya HBV-DNA dan DNA-p serta serokonversi dari HBeAg (+) menjadi HBeAg (-) dan terbentuknya anti-HBE walaupun pengobatan telah dihentikan. Dalam suram penderita HBsAg tetap positif. Keadaan ini diduga timbul karena telah terjadi integrasi DNA virus kedalam sel hati penderita (genome host).

Respon lengkap (complete response)

Terjadi hambatan permanen replikasi virus yang ditandai dengan hilangnya VHB-DNA dan DNA-p, serta serokonversi yang menetap dari HBsAg (+) dan HBeAg (+) menjadi anti-HBS dan anti Hbe.

Dan keadaan khusus yang perlu diperhatikan sebelum pengobatan IFN adalah:

  1. Neutropenia (sel neutroil <1.500).
  2. Trombositopeni (trombosit <85.000).
  3. Penerima transplantasi organ (selain hati).
  4. Riwayat penyakit autoimun.
  5. Adanya autoantibodi antiroid.
  6. Pasien usia lanjut.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Respon Pengobatan Interferon
Respon Pengobatan Interferon
Artikel "Respon Pengobatan Interferon" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 22nd September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/respon-pengobatan-interferon.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.