Home Penyakit Uncategorized Serologis Hepatitis B

Serologis Hepatitis B

Dengan melakukan pemeriksaan imunoserologis dan biokimia hati diharapkan dapat mendeteksi sedini mungkin virus penyebab dan gangguan fungsi hati yang sedang berlangsung. Pemeriksaan petanda serologis umumnya dilakukan dengan metode RIA atau Elisa yang mempunyai sensitivitas tinggi. Adapun untuk mendapatkan spesivitas yang tinggi digunakan antibodi monoklonal atau DNA-rekombinan.

Serologis Hepatitis B

Hepatitis B surface antigen (HBsAg)

HBsAg adalah bagian luar VHB yang merupakan antigen dan ditemukan pada penderita virus hepatitis B akut dan kronis. Keberadaan antigen ini menunjukkan bahwa infeksi sedang berlangsung. HBsAg sendiri tidak infeksius. Infektivitas baru terjadi bila HBeAg dan atau VHB-DNA positif, yang menandakn adanya replikasi virus. HBsAg  merupakan petanda serologis pertama yang terdeteksi setelah seseorang terinfeksi virus hepatitis B. HBsAg sudah terdeteksi 1-2 mnggu setelah infeksi, sebelum timbul tanda dan gejala klinis. Kadar puncak tercapai waktu timbul gejala klinis sewaktu terjadi peningkatan enzim transaminase. Kadarnya kemudian menurun perlahan-lahan sejalan dengan berkuranganya gejala klinis dan pada kebanyakan kasus yang menghilang 4-8 minggu kemudian. Bila HBsAg masih terdeteksi lebih dari 6 bulan, maka infeksi VHB sudah menjadi kronis. Pada pasien kronis kadar HBsAg hilang secara spontan, kekambuhan penyakit hati dilaporkan terjadi sampai 40%. Metode paling sensitif dan spesifik untuk pemeriksaan HBsAg adalah metode radio-immunoassay (RIA) dan enzyme-immunoassay (Elisa).

Anti-Hbs

Anti-Hbs merupakan antibodi terhadap HBsAg. Petanda ini timbul pada fase penyembuhan, beberapa saat setelah HBsAg menghilang dari darah. Anti-HBs mampu bertahan cukup lama, bisa bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Timbulnya anti-HBs disertai hilangnya HBsAg berarti virus telah dimusnahkan dari sel hati yang menandakan penyakitnya telah sembuh dan penderita mempunyai kekebalan (imun) terhadap  infeksi VHB. Untuk menentukan imunitas, anti-HBs perlu diukur secara kuantitatif yang dinyatakan dengan satuan internasional. Dengan teknik double antigen sandwich dan perhitungan formula Hollinge, batas deteksi anti-HBs adalah 0,7 mIU / ml. Window period adalah jarak waktu antara telah hilagnya HBsAg dan belum terbentuknya anti-HBs yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Pada keadaan ini, satu-satunya petunjuk adanya infeksi yaitu terdeteksinya IgM anti-HBc. Anti-HBs juga terbentuk setelah vaksinasi hepatitis B yang berhasil.

Hepatitis B core antigen (HBcAg)

Antigen core (HBcAg) tidak ditemukan bebas dalam peredaran darah, tetapi hanya ditemukan dijaringan hati pada infeksi akut dan kronis.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Serologis Hepatitis B
Serologis Hepatitis B
Artikel "Serologis Hepatitis B" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 22nd September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/serologis-hepatitis-b.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.