Home Penyakit Uncategorized Serum Transaminase dan Fostase Alkali

Serum Transaminase dan Fostase Alkali

Serum Transaminase dan Fostase Alkali-Transaminase merupakan kelompok enzim. Adapun enzim yang sering digunakan untuk menilai penyakit hati adalah SGOT dan SGPT karena merupakan indikator yang peka terhadap kerusakan hati. Bila sel atau jaringan tubuh yang banyak mengandung transaminase mengalami nekrosis atau hancur oleh suatu sebab misalnya hepatitis karena alkohol, obat-obatan, infeksi virus, kegagalan jantung, dan sebagainya, maka enzim transaminase akan terlepas dan masuk kedalam peredaran darah sehingga kadarnya di dalam serum meningkat.

Serum Transaminase dan Fostase Alkali

Pada penyakit hepatitis, kenaikan kembali atau bertahannya nilai transaminase yang tinggi menunjukkan kelainan yang berlanjut dan terjadiya nekrosis hati:

SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transamiase) atau AST (Aspartate Aminotranferase)

Enzim ini terdapat dalam sel-sel organ tubuh terutama pada otot jantung, baru kemudian pada sel hati, otot tubuh, ginjal dan pankreas. SGOT sebagian besar trikat dalam organel, dan sisanya yang hanya sebagian kecil dalam sitoplasma. Pada hepatoma, terdapat peningkatan SGOT yang mencolok. Angka normal tertinggi untuk pengukuran SGOT adalah 40 U Karmen (17 mU per cc).

SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) atau ALT (Alanine Aminotransferase)

Enzim ini terdapat dalam sel-sel jaringan tubuh tetapi yang terbanyak dan sebagian sumber utamanya adalah sel-sel hati. Kebalikan dari SGOT, enzim SGPT ini sebagian besar terikat dalam sitoplasma. Kenaikan nilai SGPT berhubungan dengan kerusakan sel hati. Namun, kadar SGPT tidak sensitif dalam mendeteksi progresi hubungan penyakit menuju sirosis. Selama pengobatan engan pegylated interferon, dapat terjadi peningkatan ringa SGPT. Angka normal tertinggi untuk pengukuran SGPT adalah 35 U Karmen (13 mU per cc). Adapun rasio normal SGOT: SGPT adalah 1,15.

Sedangkan Alkaline phosphatase atau fostase alkali adalah sekelompok enzim yang mempercepat hidrolis fosfat organik dengan melepaskan fosfat anorganik. Enzim ini terdapat dalam banyak jaringan, terutama berasala dari hati, tulang, mukosa usus, dan plasenta. Fostase alkali meningkat bila terjadi sumbatan aliran empedu. Aktivitas enzim ini lebih tinggi pada laki-laki, juga pada anak-anak karena pertumbuhan tulangnya aktif. Pada sumbatan intra maupun ekstra biliar, enzim ini meningkat 3-10 kali dari normal sebelum timbul kuning dengan nilai transaminase yang sedikit meninggi. Pada hepatitis dan sirosis, kadarnya normal atau sedikit meninggi disertai peningkatan transaminase yang tinggi. Pada penyakit hati infiltraktif termasuk TBC granulomatosa, infeksi jamur, abses, tumor primer maupun sekunder, kenaikan alkaline phosphatase dapat mencapai 2-10 kali nilai normal. Pada kanker hati kadarnya meningkat tinggi.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Serum Transaminase dan Fostase Alkali
Serum Transaminase dan Fostase Alkali
Artikel "Serum Transaminase dan Fostase Alkali" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/serum-transaminase-dan-fostase-alkali.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.