Home Penyakit Uncategorized Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi

Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi

Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi-Sebelum seseorang divaksinasi hepatitis B perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Maksutnya untuk mengetahui apakah orang tersebut sudah mempunyai kekebalan akibat infeksi VHB yang tanpa gejala atau sedang terinfeksi VHB. Test uji saring yang perlu dilakukan sebelum imunisasi adalah pemerikasaan HBsAg, anti HBs, dan anti-HBc. Oleh karena pemeriksaan tersebut biayanya mahal maka dalam praktik cukup dilakukan pemeriksaan HbsAg dan anti-HBs dengan titer.

Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi

Dari hasil pemeriksaan akan diketahui tindakan imunisasi yang mesti diambil:

  1. Apabila HBsAg (-) danĀ  anti-HBs (-), maka diperlukan imunisasi lengkap dengan vaksin hepatitis B.
  2. Apabila HBsAg (+) dan anti-HBs (-) maka diperlukan pemeriksaan petanda serologis lainnya untuk menentukan apakah penderita terinfeksi hepatitis B akut atau pengidap. Keadaan dengan HBsAg (+) tidak memerlukan vaksinasi.
  3. Apabila HBsAg (-) dan anti-HBs (+) dengan titer <10 mIU maka orang yang bersangkutan hanya memerlukan tindakan vaksinasi satu kali (booster). Namun, pendapat ahli terkini tidak diperlukan booster karena memori sistem imun menetap minimal sampai dengan 12 tahun pasca imunisasi.

Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. Setelah dilakukan imunisasi lengkap, lakukan pemeriksaan anti-HBs 1 bulan kemudian atau lebih. Pada saat itu diharapkan telah terbentuk anti-HBs dengan titer >10mIU. Namun, kadang-kadang ditemukan juga anti-HBs (-) setelah imunisasi. Kelompok yang tidak responsif (non-responder) ini dapat dicoba dengan pemberian vaksinasi tambahan satu sampai tiga kali. Bila anti-HBs masih negatif maka tidak ada gunanya untuk memberikan imunisasi, dianjurkan pemberian HBIg bila mendapat kontak dengan VHB.

Pada bayi yang lahir kurang cukup bulan, respons imun masih belum efektif. Bila diberikan imunisasi segera setelah lahir, data menunjukkan serokonversi hanya 53-68%. Penundaaan dosis pertama akan menaikkan tingkat serokonversi sampai 90%. Oleh karena itu, pada bayi dengan resiko rendah, imunisasi ditunda sampai berat badan bayi mencapai 2 kg atau mencapai usia > 2 bulan.

Efek Samping Imunisasi

Efek samping yang timbul dapat berupa reaksi lokal ringan seperti rasa sakit pada bekas suntikan dan reaksi peradangan. Reaksi sistemik kadang timbul berupa panas ringan, lesu, dan rasa tidak enak pada saluran cerna. Gejala diatas akan hilang spontan dalam beberapa hari.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi
Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi
Artikel "Uji Saring Sebelum dan Sesudah Imunisasi" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/uji-saring-sebelum-dan-sesudah-imunisasi.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.