Home Penyakit Uncategorized Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B-Sejak tahun 1980 telah beredar vaksin hepatitis B pertama yang dibuat dari plasma darah pengidap HBsAg kronik. Vaksin VHB ini berasal dari protein selubung yang bersifat antigenik.

Vaksin Hepatitis B

Terdapat 3 macam protein yang dapat menginduksi timbulnya antibodi spesifik, yaitu antigen S (mayor protein), antigen Pre-S1 dan antigen Pre-S2. Untuk membentuk antibodi (anti-HBs) diperlukan sel limfosit T penolong yang dapat mengenali antigen vaksin (HBsAg) yang masuk. Orang mempunyai sel limfosit T penolong yang dapat mengenal antigen vaksin sehingga dapat membuat antibodi disebut golongan responder. Sedangkan yang tidak mempunyai kesanggupan mengenal antigen vaksin sehingga tidak dapat membuat antibodi disebut golongan non-responder. Ketidakmampuan sel limfosit T penolong untuk mengenal antigen vaksin dapat diatasi dengan memakai vaksin yang mengandung antigen yang lebih besar yaitu pre-S1 dan pre-S2. Jadi vaksin hepatitis B yang mengandung pre-S berguna untuk orang yang tergolong non responder.

Vaksin hepatitis B generasi kedua beredar kemudian dan berasal dari rekayasa genetika yaitu turunan ragi.Vaksin hepatitis B dapat diberikan kepada semua orang termasuk wanita hamil, bayi baru lahir, maupun paisen-pasien dengan immunocompromised, yaitu pasien dengan kelainan sistem imunitas seperti penderita AIDS. Penyuntikan vaksin diberikan secara intramuskular (im). Tempat penyuntikan yang terbaik adalah pangkal lengan atas, tepatnya di otot deltoideus pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar, sedangkan pada bayi dianjurkan dianterolateral paha. Suntikan harus benar-benar intramasukular sebab bola diberikan secara subkutan dalam maka jaringan lemak akan menghambat penyerapan vaksin sehingga pembentukan antibodi menjadi rendah. Pada penyuntikan dibokong, serokonveksi lebih rendah dan titernya 17x lebih rendah dari penyuntikan di deltoid.

Keberhasilan vaksinasi hepatitis B tergantung juga dari dosis antigen, usia, dan status imun penerima  vaksin (resipien). Telah diketahui bahwa dengan mengurangi dosis vaksin, terbentuknya anti-HBs hampir sama yaitu 95%. Namun, semakin kecil dosis vaksin yang diberikan, titer antibodi yang terbentuk semakin rendah. Keadaan ini tentunya tidak memberikan perlindungan yang lama. Semakin muda usia penerima vaksin, angka keberhasilan terbentuknya antibodi semakin besar. Diatas umur 40 tahun, prevalensi terbentuknya zat anti semakin berkurang. Pada resipen dengan status imun yang rendah seperti penderita hemodialisa, respon terbentuknya zat akan berkurang.

Vaksin hepatitis B telah terbukti sangat berkhasiat dalam pencegahan sebelum maupun sesudah terkena infeksi hepatitis B. Vaksinasi sebelum terinfeksi diberikan kepada semua orang yang kontak dengan penderita atau pengiadap VHB, termasuk kelompok resiko tinggi lainnya seperti tenaga kesehatan, petugas laboratorium, pekerja seks komersial, homoseksual, orang yang berganti pasangan seks, orang yang membutuhkan transfusi darah berulangkali seperti penderita talasemia dan hemofilia, penderita ketergantungan obat dengan cara suntikan, pasien yang melakukan cuci darah, pasien calon operasi, kandidat transplantasi, cabut gigi, dan orang yang tinggal didaerah endimis HVB dengan prevalensi tinggi.

Catatan:

“Pemberian vaksinasi sesudah infeksi digunakan untuk bayi-bayi yang baru dilahirkan oleh ibu dengan HBsAg positif, terlebih lagi ibu dengan HBeAg positif, dan mereka yang mengadakan kontak seksual dengan penderita hepatitis B”.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Vaksin Hepatitis B
Vaksin Hepatitis B
Artikel "Vaksin Hepatitis B" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/vaksin-hepatitis-b.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.