Home Penyakit Uncategorized Virus Hepatitis A (VHA)

Virus Hepatitis A (VHA)

Hepatitis A – Virus Hepatitis A (VHA) berbentuk partikel dengan ukuran 27 nanometer merupakan virus RNA dan termasuk golongan picornaviridae. Hanya terdapat satu serotipe yang dapat menimbulkan penyakit hepatitis pada manusia. Virus ini sangat stabil dan tidak rusak dengan perebusan singkat. Penggandaan atau replikasi terjadi dalam sel epitel hati dan epitel usus.

Virus Hepatitis A (VHA)

Penyakit ini dinamakan hepatitis infektiosa pada jaman dahulu. Sampai sekarang hepatitis A masih bersifat endemis dinegara berkembang sehubungan dengan lingkungan dan sanitasi yang masih buruk. Pada daerah beriklim tropis seperti bangsa kita, penyakit sering timbul selama musim hujan dan terutama menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Setiap tahun, tidak kurang dari 1,5 juta orang diseluruh dunia terinfeksi dengan virus hepatitis A. DiIndonesia  hepatitis A masih merupakan masalah pokok dalam kasus kesehatan. Dari seluruh penderita hepatitis akut yang dirawat dirumah sakit, hepatitis A merupakan penyebab terbanyak yaitu sebesar 39,8%-68,3% disusul oleh hepatitis nonA-nonB sekitar 15,5-46,4% dan hepatitis B sebanyak 6,4-25,9%. Cara penularannya melalui jalur fekal-oral, yang berarti melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan virus ini, atau berhubungan erat dengan penderita. Ini berarti infeksi sering terjadi pada lingkungan kumuh, dimana lalat dan kecoa banyak ditemukan. Tidak seperti virus hepatitis B dan C, VHA hanyak aktif didarah dalam waktu yang sangat singkat sehingga, penularan melalui jalur ini sangat jarang. Sering pula ditemukan kerang sebagai pembawa virus.

Masa inkubasi berkisar 15-45 hari, rata-rata 30 hari. Setelah virus hepatitis A masuk kedalam tubuh, ia akan memperbanyak diri didalam sel hati, dan sebagian daripadanya masuk ke kandung empedu untuk selanjutnya dialirkan ke usus halus dan dikeluarkan melalui tinja. Melalui tinja inilah virus hepatitis A tersebar kepada orang lain dengan bantuan lalat, kecoa, dan sebagianya yang hinggap dimakanan dan minuman. Semua golongan usia dapat terserang penyakit ini. Penderita umumnya akan sembuh sempurna serta tidak pernah menjadi kronis. Penyakit pada fase akut umumnya 90% hadir tanpa gejala atau memberikan gejala yang sangat ringan, dan hanya sekitar 1% timbul kuning. Gejala penyakit pada anak umumnya tanpa gejala dan tidak kuning.

Pada negara berkembang dimana kondisi sosial, ekonomi, higiene, dan sanitasi lingkungan yang masih buruk, sebagian besar anak-anak sudah terinfeksi virus ini sejak bayi. Keadaan ini dapat diketahui dengan adanyan anti VHA pada pemerikasaan darah mereka, yang merupakan petunjuk bahwa orang tersebut pernah terinfeksi VHA. Sementara dinegara industri dan negara maju lainnya penyakit hepatitis A terutama menyerang orang dewasa muda yang sering berpergian dengan kejadian infeksi hepatitis A yang tinggi. Anti VHA sudah dapat ditemukan pada anak berumur dari 1 tahun, dan pada kelompok umur berikutnya dilaporkan bahwa prevalensinya semakin tinggi. Pada umur hingga 20 tahun prevalensinya sudah lebih dari 80% dan pada kelompok umur lebih dari 60 tahun anti VHA mencapai 99%.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Virus Hepatitis A (VHA)
Virus Hepatitis A (VHA)
Artikel "Virus Hepatitis A (VHA)" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/virus-hepatitis-a-vha.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.