Home Penyakit Uncategorized Virus Hepatitis D (VHD)

Virus Hepatitis D (VHD)

Hepatitis D-Virus hepatitis D (VHD) ditemukan oleh Rizetto dan kawan-kawan pada tahun 1977 di Turin, Italia.

Virus Hepatitis D (VHD)

Virus bernama antigen delta ini berukuran 35-37 nm dan merupakan virus RNA yang tidak sempurna. VHD dapat dijumpai dalam darah penderita hepatitis B karena untuk hidup dan mengadakan replikasi didalam tubuh manusia memerlukan virus pembantu yaitu VHB. Oleh karena itu, hepatitis D atau disebut juga hepatitis delta hanya ditemukan pada pasien yang sedang menderita hepatitis B akut atau pada pengidap hepatitis B kronik. Antigen delta diduga tersebar luas diseluruh dunia dan pernah dilaporkan epidemi di Amerika selatan. VHD bersifat patogen, sangat infeksius, dan menimbulkan penyakit yang lebih parah, dari hepatitis virus lainnya. Virus ini dapat menyebabkan hepatitis akut maupun kronik, tetapi amat jarang ditemukan di Asia tenggara. Infeksi hepatitis B yang bersamaan dengan VHD akan memperburuk perjalanan klinis penyakit hati, bahkan dapat menyebabkan hepatitis fulminan.

Penyakit ini dapat timbul karena adanya ko-infeksi atau super-infeksi dengan VHB. Ko-infeksi berarti infeksi VHD dan VHB terjadi pada waktu yang bersamaan. Adapun super-infeksi terjadi penderita hepatitis B kronik atau pembawa HBsAg terinfeksi oleh VHD. Ko-infeksi umumnya menyebakan hepatitis akut dan diikuti dengan penyembuhan total. Sementara pada super-infeksi telah ada sejumlah virus hepatitis B, sehingga VHD akan bereplikasi dengan sangat cepat, biasanya menjadi infeksi VHD kronik dan berpotensi menjadi hepatitis fulminan.

Bila HBsAg mengilang dari maka VHD akan berhenti bereplikasi dan penyakitnya akan sembuh. Dari suatu penelitian ternyata penderita dengan HBsAg (+) bila mendapat super-infeksi dengan VHD maka penyakitnya akan menjadi sirosis dan kanker hati pada usia yang lebih muda. Cara penularan VHD sama dengan VHB, kecuali transmisi vertikal. Hubungan sesksual merupakan salah satu cara penularan yang cukup berperan.

Oleh karena VHD tidak dapat hidup tanpa adanya VHB maka upaya pencegahan terhadap infeksi VHB secara tidak langsung juga akan mencegah penyakit hepatitis D. Pasien yang telah mempunyai kekebalan terhadap virus hepatitis B yang ditandai dengan anti-HBs (+) dengan titer > 10 mIU, dianggap kebal pula terhadap virus hepatitis D. Perlu tindakan preventif bagi para pengidap virus hepatitis B, supaya tidak terjadi super-infeksi dengan VHD. Pencegahan dilakukan antara lain jangan berganti-ganti mitra sex dan pencegahan lainnya seperti yang telah diuraikan terdahulu.

Demikian artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Virus Hepatitis D (VHD)
Virus Hepatitis D (VHD)
Artikel "Virus Hepatitis D (VHD)" ditulis oleh beritakita35 update terakhir pada 24th September 2014 Categories Uncategorized permalinks http://www.jamugodog.com/virus-hepatitis-d-vhd.html di

Baca Juga:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.