Artikel Ejakulasi Dini

Ejakulasi Dini, Gejala, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Ejakulasi dini adalah kondisi ketika seorang pria mengeluarkan sperma terlalu cepat saat berhubungan seksual. Kondisi ini dapat mengakibatkan tidak tercapainya klimaks atau kepuasan seksual pada pasangan atau pada pria itu sendiri.

 

Ejakulasi dini umum terjadi pada pria. Jika terjadi sesekali, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ejakulasi dini perlu mendapat penanganan jika sering terjadi tiap kali berhubungan seksual.

Apakah Anda Sudah Berumur 21 + ?

Gejala Ejakulasi Dini

Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi lebih dari 1 menit. Kondisi ini dapat terjadi baik saat berhubungan seksual .

Ejakulasi dini dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu:

 

  • Primer, yang selalu atau hampir terjadi setiap kali sejak pertama kali melakukan aktivitas seksual
  • Sekunder, yang terjadi setelah sebelumnya tidak pernah mengalami masalah ejakulasi

 

Ejakulasi dini yang hanya terjadi sesekali merupakan hal yang normal dan umum sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Selain itu, sebenarnya tidak ada ketentuan pasti untuk durasi berhubungan seks yang baik, karena hal tersebut tergantung pada kepuasan masing-masing pasangan.

Berdasarkan penelitian, rata-rata waktu bagi pria untuk mencapai ejakulasi setelah melakukan penetrasi adalah sekitar lima setengah menit.

Penyebab Ejakulasi Dini

Belum dapat diketahui secara pasti penyebab dari ejakulasi dini. Namun, diduga salah satu pemicu terjadinya kondisi ini adalah faktor psikologis, yang dapat berupa:

  • Stres
  • Depresi
  • Rasa bersalah dan cemas tidak bisa memuaskan pasangan
  • Pengalaman traumatis pada masa kecil, misalnya pernah dilecehkan secara seksual atau pernah tertangkap basah melakukan onani
  • Sering onani ketika remaja dengan memaksakan diri untuk cepat ejakulasi karena takut tertangkap basah
  • Kurang percaya diri
  • Hubungan dengan pasangan yang tidak berjalan dengan baik
  • Persepsi terkait hubungan seksual, misalnya yang terkait dengan keyakinan agama tertentu

 

Selain faktor psikologis, ejakulasi dini juga bisa dipicu oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan fisik, di antaranya:

  • Gangguan hormon tiroid
  • Gangguan prostat
  • Gangguan refleks pada sistem saraf yang mengatur ejakulasi
  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan zat kimia di otak
  • Prostatitis
  • Gangguan hormon
  • Kerusakan saraf akibat cedera atau operasi
  • Efek samping merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan NAPZA

 

Faktor keturunan juga menjadi salah satu faktor risiko ejakulasi dini. Artinya, seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami ejakulasi dini jika di dalam keluarganya ada yang memiliki kondisi yang sama.

Pengobatan Ejakulasi Dini

Penanganan ejakulasi dini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah:

  • Lakukan masturbasi 1–2 jam sebelum berhubungan seksual.
  • Gunakan kondom tebal untuk membantu menurunkan sensasi ingin ejakulasi, bagi pasien yang penisnya sangat sensitif.
  • Lakukan latihan otot panggul dengan senam Kegel setiap hari.
  • Lakukan teknik napas dalam dan beristirahat sebentar di sela-sela penetrasi.
  • Lakukan hubungan seksual dengan posisi pasangan berada di atas, agar pasangan dapat mudah menghentikan penetrasi ketika pasien mendekati ejakulasi.
  • Beristirahat sejenak dan alihkan pikiran ke hal-hal lain agar keinginan untuk ejakulasi menurun.
  • Hentikan merokok dan jangan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Dalam konseling, pasangan akan didorong untuk menceritakan masalah yang dapat memengaruhi hubungan mereka dan menemukan solusinya bersama-sama dengan bantuan psikiater. Sesi ini juga dapat mengurangi kecemasan dan stres yang dialami pasangan. Biasanya, konseling akan lebih efektif jika didukung dengan penggunaan obat.